FATIMAH AZ-ZAHRA
Demi Allah, demi tuhan Thaha ayahmu, segala puji
Tak sempurna kecuali dengan menyertakan namamu
Kau merupakan bagian dari Muhammad Al-Mustafa
Ia ridha jika kau ridha, dan ia murka saat kau terluka
Ketika kau bersedih hati di suatu hari
Kulihat tanda-tandanya di wajah nabi
Kau dan dirinya telah menyatu tak terpisahkan
Segala sifat segala ciri dan segala keutamaannya
Kudapati dalam dirimu, kulihat pada turunanmu
Engkau menyerupai nabi dalam segala rupa dalam segala perilaku
Mereka telah bersaksi kepada nabi jika mereka bersaksi kepadamu
Kau wewangi yang memancar dari nabi,
Percik cahayanya yang menyinari kami
Ketika kau datang, ia bangkit dengan senang
Ia melimpahimu dari samudera kasih sayang
Andai mereka mencintai ayahmu dengan sungguh
Mereka pasti mencintaimu dengan hati yang penuh
Telah tersesat orang yang mencaci dan membencimu
Dia telah menjadikanmu sebagai teladan yang utama
Mereka yang mengikutimu niscaya dapatkan karunia
Engkau laksana samudera yang melimpahkan kebaikan
Anak-anakmu bak taburan pasir pantai yangmeliputimu
Nabi yang terpilih telah berdoa agar Allah menumbuhkan
Dari rahimmu keturunan terbaik, pemandu di jalan tuhan
Puisi Abdul Qadir Jaelani ibn Salim ibn Alawi khard yang dipersembahkan kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra Sang Perawan ra
Minggu, 30 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
GURU
Untuk guru-guruku,
Tanpa kalian, aku takkan pernah tahu siapa aku
Tanpa kalian, aku takkan pernah mengerti bagaimana aku ada
Tanpa kalian, aku takkan pernah tahu kenapa aku ada
Tanpa kalian, aku takkan pernah tahu apa yang harus kulakukan
Kalian,
Bibir yang tertawa saat kami senang
Tangan yang mengusap saat kami menangis
Kaki yang tahu ke mana mengarahkan hati kami
Mata yang memperlihatkan pada kami apa itu dunia
Hidung yang menunjukkan betapa harumnya ilmu pengetahuan
Lidah yang mengetahui bagaimanakah rasa huruf dan angka
Pundak yang menahan beban kami
Jantung yang membantu kami bertahan
Paru-paru Yang memompa napas keingintahuan
Dan,superhero yang mengajar kami,
Bagaimana cara mendapatkan yang terbaik,
Tanpa menggunakan kekuatan super
Tanpa kalian, aku takkan pernah tahu siapa aku
Tanpa kalian, aku takkan pernah mengerti bagaimana aku ada
Tanpa kalian, aku takkan pernah tahu kenapa aku ada
Tanpa kalian, aku takkan pernah tahu apa yang harus kulakukan
Kalian,
Bibir yang tertawa saat kami senang
Tangan yang mengusap saat kami menangis
Kaki yang tahu ke mana mengarahkan hati kami
Mata yang memperlihatkan pada kami apa itu dunia
Hidung yang menunjukkan betapa harumnya ilmu pengetahuan
Lidah yang mengetahui bagaimanakah rasa huruf dan angka
Pundak yang menahan beban kami
Jantung yang membantu kami bertahan
Paru-paru Yang memompa napas keingintahuan
Dan,superhero yang mengajar kami,
Bagaimana cara mendapatkan yang terbaik,
Tanpa menggunakan kekuatan super
Sabtu, 17 April 2010
BUNDA
Bunda.........
Adalah wanita yang telah melahirkanku
Merawatku
Membesarkanku
Mendidikku
Hingga diriku telah dewasa
Bunda.......
Adalah wanita yang selalu siaga
Tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku lapar dan haus
Tatkal kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Bunda.......
Adalah wanita yang perhatian
Bila aku sakit
Bila aku terjatuh
Bila aku menangis
Bila aku kesepian
Bunda.......
Telah kupandang wajahmu di waktu tidur
Terdapat sinar yang penuh keridhoan
Terdapat sinar yang penuh kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku
Bunda........
Aku yang selalu merepotkanmu
Aku yang selalu menyita perhatianmu
Aku yang telah menghabiskan air susumu
Aku yang telah menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Bunda..........
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku
Bunda.......
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga
Karena surga berada di bawah telapak kakimu
Bunda........
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu
Bunda......... I LOVE YOU SOO MUCH
juga kepada Ayah, yang menjadi teladanku....!!!
Puisi ini kupersembahkan kepada seluruh ibu di seluruh dunia, terkhusus kepada ibuku, ummiku, bundaku, & my mom Hj. NURLIA ASWA
Adalah wanita yang telah melahirkanku
Merawatku
Membesarkanku
Mendidikku
Hingga diriku telah dewasa
Bunda.......
Adalah wanita yang selalu siaga
Tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku lapar dan haus
Tatkal kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Bunda.......
Adalah wanita yang perhatian
Bila aku sakit
Bila aku terjatuh
Bila aku menangis
Bila aku kesepian
Bunda.......
Telah kupandang wajahmu di waktu tidur
Terdapat sinar yang penuh keridhoan
Terdapat sinar yang penuh kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku
Bunda........
Aku yang selalu merepotkanmu
Aku yang selalu menyita perhatianmu
Aku yang telah menghabiskan air susumu
Aku yang telah menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Bunda..........
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku
Bunda.......
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga
Karena surga berada di bawah telapak kakimu
Bunda........
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu
Bunda......... I LOVE YOU SOO MUCH
juga kepada Ayah, yang menjadi teladanku....!!!
Puisi ini kupersembahkan kepada seluruh ibu di seluruh dunia, terkhusus kepada ibuku, ummiku, bundaku, & my mom Hj. NURLIA ASWA
Selasa, 13 April 2010
Harta & Ilmu
Bimbo - Harta dan Ilmu
Acap kali kita terlena
Semangat tinggi mengejar harta
Pernahkah kita bertanya
Mana yang lebih utama
Memburu ilmu atau memburu harta
Kaya ilmu ataukah kaya harta
Dengar kawan nasehat berguna
Nasehat sahabat junjungan kita
(Instrumentalia)
Reff:
Ilmu menjaga manusia
Manusia menjaga harta
Bertambah ilmu dalam amalan
Berkurang harta dibelanjakan
Ilmu ringan memikulnya
Harta berat memikulnya
Ilmu menyinari hati
Harta mengeraskan hati
Dengan ilmu iman dan takwa
Terkendali nafsu manusia
Harta di dapat sewajarnya
Memberi manfaat bagi sesama
(ending)
powered by lirik lagu indonesia
Acap kali kita terlena
Semangat tinggi mengejar harta
Pernahkah kita bertanya
Mana yang lebih utama
Memburu ilmu atau memburu harta
Kaya ilmu ataukah kaya harta
Dengar kawan nasehat berguna
Nasehat sahabat junjungan kita
(Instrumentalia)
Reff:
Ilmu menjaga manusia
Manusia menjaga harta
Bertambah ilmu dalam amalan
Berkurang harta dibelanjakan
Ilmu ringan memikulnya
Harta berat memikulnya
Ilmu menyinari hati
Harta mengeraskan hati
Dengan ilmu iman dan takwa
Terkendali nafsu manusia
Harta di dapat sewajarnya
Memberi manfaat bagi sesama
(ending)
powered by lirik lagu indonesia
Rabu, 07 April 2010
Minggu, 28 Maret 2010
Bercermin Diri
Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat
Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya, Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana???
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya,
Mta inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan....
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam...
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?
Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan...mengucap Laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah Zaqum jahanam...yang getir penghangus, penghancur setiap usus
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?
berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau jujur
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu
Tatkala kutatap tubuhku
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya....
Bersinar, bersukacita, bercengkrama di Surga??
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan??
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?
Ketika kutatap hai tubuh
seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu
Betapa beda...betapa beda...apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu, aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah hanyalah topeng.....
Sedangakan aku....hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu, aku malu ya Allah
Allah....selamatkan aku....Amin ya Rabbal 'alamin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat
Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya, Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana???
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya,
Mta inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan....
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam...
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?
Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan...mengucap Laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah Zaqum jahanam...yang getir penghangus, penghancur setiap usus
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?
berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau jujur
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu
Tatkala kutatap tubuhku
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya....
Bersinar, bersukacita, bercengkrama di Surga??
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan??
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?
Ketika kutatap hai tubuh
seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu
Betapa beda...betapa beda...apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu, aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah hanyalah topeng.....
Sedangakan aku....hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu, aku malu ya Allah
Allah....selamatkan aku....Amin ya Rabbal 'alamin
Kamis, 25 Maret 2010
Astagfirullah
Astagfirullah rabbal baraya
Astagfirullah minnal khataya
Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona
Jangan terperdaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya
Barangsiapa Allah tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya'kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa
Kasih sayang Allah Maha Mempesona
Betapa pun kita mengkhianati-Nya
Tiada terputus curaha nikmat-Nya
Selalu dinanti kembali pada-Nya
Selalu dinanti bertaubat pada-Nya
Allah melihat, Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada nan luput satupun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Allah takkan lupa selama-lamanya
Ingatlah maut yang pasti menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tiada tertolak tiada tercegah
Bila ajal tiba pun berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah
Tubuh pun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratapan dan penyesalan
menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah azab yang mengerikan
Siksa jahanam sepanjang zaman
Siksa jahanam sepanjang zaman
Allah pengampun penerima taubat
Walaupun dosa sepenuh jagat
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Karena ajal kian mendekat
Aa Gym
Astagfirullah minnal khataya
Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona
Jangan terperdaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya
Barangsiapa Allah tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya'kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa
Kasih sayang Allah Maha Mempesona
Betapa pun kita mengkhianati-Nya
Tiada terputus curaha nikmat-Nya
Selalu dinanti kembali pada-Nya
Selalu dinanti bertaubat pada-Nya
Allah melihat, Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada nan luput satupun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Allah takkan lupa selama-lamanya
Ingatlah maut yang pasti menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tiada tertolak tiada tercegah
Bila ajal tiba pun berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah
Tubuh pun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratapan dan penyesalan
menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah azab yang mengerikan
Siksa jahanam sepanjang zaman
Siksa jahanam sepanjang zaman
Allah pengampun penerima taubat
Walaupun dosa sepenuh jagat
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Karena ajal kian mendekat
Aa Gym
Langganan:
Postingan (Atom)



