Sabtu, 17 April 2010

BUNDA

Bunda.........
Adalah wanita yang telah melahirkanku
Merawatku
Membesarkanku
Mendidikku
Hingga diriku telah dewasa

Bunda.......
Adalah wanita yang selalu siaga
Tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku lapar dan haus
Tatkal kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Bunda.......
Adalah wanita yang perhatian
Bila aku sakit
Bila aku terjatuh
Bila aku menangis
Bila aku kesepian

Bunda.......
Telah kupandang wajahmu di waktu tidur
Terdapat sinar yang penuh keridhoan
Terdapat sinar yang penuh kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Bunda........
Aku yang selalu merepotkanmu
Aku yang selalu menyita perhatianmu
Aku yang telah menghabiskan air susumu
Aku yang telah menyusahkanmu hingga muncul tangismu


Bunda..........
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Bunda.......
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga
Karena surga berada di bawah telapak kakimu

Bunda........
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu

Bunda......... I LOVE YOU SOO MUCH
juga kepada Ayah, yang menjadi teladanku....!!!


Puisi ini kupersembahkan kepada seluruh ibu di seluruh dunia, terkhusus kepada ibuku, ummiku, bundaku, & my mom Hj. NURLIA ASWA

Selasa, 13 April 2010

Harta & Ilmu

Bimbo - Harta dan Ilmu

Acap kali kita terlena
Semangat tinggi mengejar harta
Pernahkah kita bertanya
Mana yang lebih utama

Memburu ilmu atau memburu harta
Kaya ilmu ataukah kaya harta
Dengar kawan nasehat berguna
Nasehat sahabat junjungan kita

(Instrumentalia)

Reff:
Ilmu menjaga manusia
Manusia menjaga harta
Bertambah ilmu dalam amalan
Berkurang harta dibelanjakan
Ilmu ringan memikulnya
Harta berat memikulnya
Ilmu menyinari hati
Harta mengeraskan hati

Dengan ilmu iman dan takwa
Terkendali nafsu manusia
Harta di dapat sewajarnya
Memberi manfaat bagi sesama

(ending)
powered by lirik lagu indonesia

Rabu, 07 April 2010

Minggu, 28 Maret 2010

Bercermin Diri

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya, Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana???
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya,
Mta inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan....
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam...
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan...mengucap Laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah Zaqum jahanam...yang getir penghangus, penghancur setiap usus
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?
berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau jujur
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu

Tatkala kutatap tubuhku
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya....
Bersinar, bersukacita, bercengkrama di Surga??
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan??
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?

Ketika kutatap hai tubuh
seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda...betapa beda...apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu, aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah hanyalah topeng.....
Sedangakan aku....hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu, aku malu ya Allah
Allah....selamatkan aku....Amin ya Rabbal 'alamin

Kamis, 25 Maret 2010

Astagfirullah

Astagfirullah rabbal baraya
Astagfirullah minnal khataya

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona
Jangan terperdaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya

Barangsiapa Allah tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya'kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa


Kasih sayang Allah Maha Mempesona
Betapa pun kita mengkhianati-Nya
Tiada terputus curaha nikmat-Nya
Selalu dinanti kembali pada-Nya
Selalu dinanti bertaubat pada-Nya

Allah melihat, Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada nan luput satupun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Allah takkan lupa selama-lamanya
Ingatlah maut yang pasti menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tiada tertolak tiada tercegah

Bila ajal tiba pun berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah

Tubuh pun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratapan dan penyesalan
menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan

Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah azab yang mengerikan
Siksa jahanam sepanjang zaman
Siksa jahanam sepanjang zaman

Allah pengampun penerima taubat
Walaupun dosa sepenuh jagat
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Karena ajal kian mendekat

Aa Gym

Defenisi Hidup

Hidup itu seperti lukisan pointilisme, dibentuk dari titik-titik warna-warni yang tidak saling berhubungan, tetapi jika dilihat dari jarak yang tepat akan menjadi kesatuan yang indah.
Kadang-kadang, kita terlalu dekat, jadinya kita gak bisa nikmatin keseluruhan lukisan dan hanya melihatnya sebagai titik-titik warna-warni tanpa arti.
Ada saat-saat cahaya matahari terlalu memihak warna merah, jadinya merah terlihat lebih memukau. kita terlalu asyik mengagumi warna merah tanpa sadar lukisannya jadi kebanyakan merah.
Pas matahari terbenam dan merah gak segitu indahnya lagi, baru deh kita menyesal. Sayangnya, lukisan kita terlanjur kebanyakan merah.
Kadang-kadang, kita hanya perlu mundur sedikit untuk menikmati keseluruhan lukisan kita, biar nggak menyesal pas matahari terbenam nanti

Senin, 22 Maret 2010

INDONESIA

TENTANG INDONESIA


Aku tidak tahu apa yang harus Aku tulis tentang Indonesia, sungguh aku tidak tahu. Bagiku, ketika ada orang yang bertanya kepadaku apa itu Indonesia, aku serasa kembali menjadi seorang bayi kecil yang ingin mengatakan banyak hal tentang apa yang aku lihat, aku rasakan, dan aku inginkan. Namun, karena aku masih bayi dan gigiku pun baru satu, tiada bisa aku mengatakan sesuatu selain pa, pi, dan pu. Aku hanya berharap orang itu paham tentang apa yang ingin aku sampaikan dari mulut kecilku tanpa menunggu sampai aku menangis atau mengompol terlebih dahulu.
Di mataku, kata Indonesia itu seperti kata cinta. Entah mana yang lebih rumit, aku tidak tahu. Keduanya hampir sama-sama mustahil untuk aku defenisikan. setiap orang yang berbeda, akan mengatakan yang berbeda pula tentangnya. Yang jelas bagiku, aku tidak ingin menunggu sampai aku bisa menjelaskan apa itu cinta dan apa itu Indonesia, untuk mencintai negeriku ini, Indonesia.
Meskipun tak jarang, ia mengecewakan aku.